Sabtu, 31 Agustus 2013

Kerugian dan keuntungan berada di daerah pertemuan Lempeng

Indonesia merupakan daerah pertemuan 3 lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan lempeng Pasific. Lempeng Indo-Australia bertabrakan dengan lempeng Eurasia di lepas pantai Sumatra, Jawa dan Nusatenggara, sedangkan dengan Pasific di utara Irian dan Maluku utara. Di sekitar lokasi pertemuan lempeng ini akumulasi energi tabrakan terkumpul sampai suatu titik dimana lapisan bumi tidak lagi sanggup menahan tumpukan energi sehingga lepas berupa gempa bumi. Pelepasan energi sesaat ini menimbulkan berbagai dampak terhadap bangunan karena percepatan gelombang seismik, tsunami, longsor, dan liquefaction. Besarnya dampak gempa bumi terhadap bangunan bergantung pada beberapa hal; diantaranya adalah skala gempa, jarak epicenter, mekanisme sumber, jenis lapisan tanah di lokasi bangunan dan kualitas bangunan.

Peristiwa tektonik yang cukup aktif, selain menimbulkan gempa dan tsunami, juga membawa berkah dengan terbentuknya banyak cekungan sedimen (sedimentary basin). Cekungan ini mengakomodasikan sedimen yang selanjutnya menjadi batuan induk maupun batuan reservoir hydrocarbon. Kadungan minyak dan gas alam inilah yang kini banyak kita tambang dan menjadi tulang punggung perekonomian kita sehingga tahun 1990-an.
Peta Tektonik dan Gunung Berapi di Indonesia. Garis biru melambangkan batas antar lempeng tektonik, dan segitiga merah melambangkan kumpulan gunung berapi. Sumber: MSN Encarta Encyclopedia

Indonesia, juga merupakan negara yang secara geologis memiliki posisi yang unik karena berada pada pusat tumbukan Lempeng Tektonik Hindia Australia di bagian selatan, Lempeng Eurasia di bagian Utara dan Lempeng Pasifik di bagian Timur laut. Hal ini mengakibatkan Indonesia mempunyai tatanan tektonik yang komplek dari arah zona tumbukan yaitu Fore arc, Volcanic arc dan Back arc. Fore arc merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan zona tumbukan atau sering di sebut sebagai zona aktif akibat patahan yang biasa terdapat di darat maupun di laut. Pada daerah ini material batuan penyusun utama lingkungan ini juga sangat spesifik serta mengandung potensi sumberdaya alam dari bahan tambang yang cukup besar. Volcanic arc merupakan jalur pegunungan aktif di Indonesia yang memiliki topografi khas dengan sumberdaya alam yang khas juga. Back arc merupakan bagian paling belakang dari rangkaian busur tektonik yang relatif paling stabil dengan topografi yang hampir seragam berfungsi sebagai tempat sedimentasi. Semua daerah tersebut memiliki kekhasan dan keunikan yang jarang ditemui di daerah lain, baik keanegaragaman hayatinya maupun keanekaragaman geologinya.

Indonesia merupakan negara yang secara geologis memiliki posisi yang unik karena berada pada pusat tumbukan Lempeng Tektonik Hindia Australia di bagian selatan, Lempeng Eurasia di bagian Utara dan Lempeng Pasifik di bagian Timur laut. Lempeng Indo-Australia bertabrakan dengan lempeng Eurasia di lepas pantai Sumatra, Jawa dan Nusatenggara, sedangkan dengan Pasific di utara Irian dan Maluku utara. Hal ini mengakibatkan Indonesia mempunyai tatanan tektonik yang komplek dari arah zona tumbukan yaitu Fore arc, Volcanic arc dan Back arc. Fore arc merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan zona tumbukan atau sering di sebut sebagai zona aktif akibat patahan yang biasa terdapat di darat maupun di laut. Pada daerah ini material batuan penyusun utama lingkungan ini juga sangat spesifik serta mengandung potensi sumber daya alam dari bahan tambang yang cukup besar.


Perkataan bumi yang padat dan tenang sebenarnya salah, didalam bumi ada beberapa lempengan dunia yang terus bergerak saling menyeimbangkan satu sama lain. Dalam proses penyeimbangan ini menyebabkan terjadinya pergesekan yang mengakibatkan gempa TEKTONIK. Sedangkah akibat adanya aktifitas tektonik ini akan dapat memicu gunung api aktif bereaksi untuk menyeimbangkan juga yang nantinya akan menyebabkan gempa VULKANIK.

lempengan-dunia

Bisa kalian lihat sendiri garis yang berwarna kuning di atas adalah lempengan dunia yang terus bergerak dan bergesekan untuk mencari keseimbangan dan tanpa disengaja lempengan ini tepat berada di wilayah Indonesia dan sebagian Jepang. Maka dari itu yang sering mengalami gempa dan tsunami sebenarnya adalah Indonesia dan Jepang inilah awal mula teorinya mengapa sering terjadi gempa di Indonesia.

lempengan-indonesia

Disini lebih jelas lagi dimana kalian bisa melihat dengan jelas letak lempengan dan gunung api aktif yang berada diwilayah sekitar lempengan, memang harus diakui bahwa Indonesia adalah daerah rawan gempa tektonik dan vulkanik, sayangnya tidak ada alat prediksi yang sangat akurat kapan dan dimana gempa akan terjadi, tentunya di sepanjang lempengan itu adalah daerah yang rawan gempa.


Lalu mengapa terjadi tsunami dan kadang tidak terjadi tsunami? tsunami yang kita kenal dengan sebutan lain “pembunuh yang sangat diam / Silent killer” karena memang gejala awalnya sangat kecil. Tsunami terjadi apabila terjadi pergesekan lempengan didasar laut yang dapat memicunya. Misalnya: Terjadi patahan akibat penyeimbangan lempeng maka gejala awal yang terjadi adalah gempa tektonik, terkadang akibat penyeimbangan ini salah satu lempeng akan masuk dan salah satu lempeng akan keluar ke permukaan sehingga menyebabkan air akan mencari keseimbangan juga, perlu di ketahui zat cair seperti air akan selalu mencari tempat terendah dan menyesuaikan dataran permukaannya karena di pengaruhi oleh medan grafitasi bumi. Contoh mudahnya masukkan tangan kalian ke dalam bak mandi lalu hentakkan tangan kalian ke atas maka air akan beriak bergerak mencari keseimbangan, dalam hal ini gelombang dalam skala besar ini yang disebut sebagai tsunami.

tsunami
tsunami

Bagaimana mengidentifikasi akan terjadi tsunami? ada beberapa cara yaitu:
  • Lihat posisi gempa, jika terjadi dipermukaan laut maka akan lebih berisiko terjadi tsunami.
  • Lihat kekuatan gempa semakin besar maka kemungkinan terjadi tsunami pun akan semakin besar, Namun ini tidak mutlak.
  • Terjadinya surut air laut yang mendadak setelah gempa.
  • Hewan bertingkah aneh, sebenarnya ini belum terbukti namun banyak yang mengemukakan perihal teori ini.
Bagaimana menyelamatkan diri waktu terjadi tsunami? ada baiknya setelah gempa terjadi segeralah menuju ke daerah yang lebih tinggi misalnya perbukitan atau gunung terdekat ini untuk mewaspadai terjadinya tsunami, apabila dalam 1-6 jam tidak terjadi tsunami maka boleh kembali ke tempat masing-masing.
Bagaimana mengatasi kerugian material akibat gempa ini? Seperti kita ketahui gempa selalu (walaupun tidak mutlak) memakan korban jiwa dan material. Untuk mengatasi kerugian material sebenarnya kita bisa membangun rumah anti gempa, Mahal? tentu saja harganya beda dari rumah biasa. Rumah kayu adalah salah satu bangunan yang terbukti paling kuat dan tahan terhadap gempa. Alasannya karena rumah kamu memiliki fondasi yang bisa mengikuti pergerakan tanah. Sebenarnya rumah tembok pun bisa, di Jepang sendiri struktur rumah dan bangunan mereka dibuat agar tahan gempa karena mereka sadar daerah Jepang rawan gempa. Tentunya Indonesia perlu belajar ke Jepang jika ingin mengurangi kerugian material akibat gempa.

Semoga artikel ini berguna untuk dipahami dan memberikan penjelasan ilmiah mengapa terjadi gempa dan tsunami di Indonesia.

Lempeng Indonesia

Indonesia merupakan daerah pertemuan 3 lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan lempeng Pasific. Lempeng Indo-Australia bertabrakan dengan lempeng Eurasia di lepas pantai Sumatra, Jawa dan Nusatenggara, sedangkan dengan Pasific di utara Irian dan Maluku utara. Di sekitar lokasi pertemuan lempeng ini akumulasi energi tabrakan terkumpul sampai suatu titik dimana lapisan bumi tidak lagi sanggup menahan tumpukan energi sehingga lepas berupa gempa bumi. Pelepasan energi sesaat ini menimbulkan berbagai dampak terhadap bangunan karena percepatan gelombang seismik, tsunami, longsor, dan liquefaction. Besarnya dampak gempa bumi terhadap bangunan bergantung pada beberapa hal; diantaranya adalah skala gempa, jarak epicenter, mekanisme sumber, jenis lapisan tanah di lokasi bangunan dan kualitas bangunan.

Peristiwa tektonik yang cukup aktif, selain menimbulkan gempa dan tsunami, juga membawa berkah dengan terbentuknya banyak cekungan sedimen (sedimentary basin). Cekungan ini mengakomodasikan sedimen yang selanjutnya menjadi batuan induk maupun batuan reservoir hydrocarbon. Kadungan minyak dan gas alam inilah yang kini banyak kita tambang dan menjadi tulang punggung perekonomian kita sehingga tahun 1990-an.


Peta Tektonik dan Gunung Berapi di Indonesia. Garis biru melambangkan batas antar lempeng tektonik, dan segitiga merah melambangkan kumpulan gunung berapi. Sumber: MSN Encarta Encyclopedia

Indonesia, juga merupakan negara yang secara geologis memiliki posisi yang unik karena berada pada pusat tumbukan Lempeng Tektonik Hindia Australia di bagian selatan, Lempeng Eurasia di bagian Utara dan Lempeng Pasifik di bagian Timur laut. Hal ini mengakibatkan Indonesia mempunyai tatanan tektonik yang komplek dari arah zona tumbukan yaitu Fore arc, Volcanic arc dan Back arc. Fore arc merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan zona tumbukan atau sering di sebut sebagai zona aktif akibat patahan yang biasa terdapat di darat maupun di laut. Pada daerah ini material batuan penyusun utama lingkungan ini juga sangat spesifik serta mengandung potensi sumberdaya alam dari bahan tambang yang cukup besar. Volcanic arc merupakan jalur pegunungan aktif di Indonesia yang memiliki topografi khas dengan sumberdaya alam yang khas juga. Back arc merupakan bagian paling belakang dari rangkaian busur tektonik yang relatif paling stabil dengan topografi yang hampir seragam berfungsi sebagai tempat sedimentasi. Semua daerah tersebut memiliki kekhasan dan keunikan yang jarang ditemui di daerah lain, baik keanegaragaman hayatinya maupun keanekaragaman geologinya.

Indonesia merupakan negara yang secara geologis memiliki posisi yang unik karena berada pada pusat tumbukan Lempeng Tektonik Hindia Australia di bagian selatan, Lempeng Eurasia di bagian Utara dan Lempeng Pasifik di bagian Timur laut. Lempeng Indo-Australia bertabrakan dengan lempeng Eurasia di lepas pantai Sumatra, Jawa dan Nusatenggara, sedangkan dengan Pasific di utara Irian dan Maluku utara. Hal ini mengakibatkan Indonesia mempunyai tatanan tektonik yang komplek dari arah zona tumbukan yaitu Fore arc, Volcanic arc dan Back arc. Fore arc merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan zona tumbukan atau sering di sebut sebagai zona aktif akibat patahan yang biasa terdapat di darat maupun di laut. Pada daerah ini material batuan penyusun utama lingkungan ini juga sangat spesifik serta mengandung potensi sumberdaya alam dari bahan tambang yang cukup besar.

FAULT (PATAHAN)

FAULT (PATAHAN)

Patahan terjadi ketika suatu batuan mengalami retakan terlebih dahulu yang kejadian ini berkaitan erat dengan tekanan dan kekuatan batuan yang mendapatkan gaya sehingga timbul adanya retakan (fracture). Tekanan yang diberikan mampu memberikan perubahan pada batuan dengan waktu yang sangat lama dan hingga memberikan gerakan sebesar seperseratus sentimeter dan bahkan sampai beberapa meter. Ketika ini terjadi, maka akan timbul sebuah gaya yang sangat besar yang berdampak getaran bagi sekitarnya saat suatu batuan mengalami patahan atau yang sering kita sebut dengan gempa. Arah pergerakan pada suatu patahan tergantung pada kekuatan batuan. Patahan diakibatkan oleh batuan yang ditekankan atau mendapatkan gaya yang pada umumnya dalam bentuk tekanan ( pada umumnya membentuk lipatan) yang kemudian batuan dapat pecah. Patahan adalah istilah yang menandai adanya gaya tekan atau tekanan dan terjadi secara alami yang geometris.
Patahan terdiri dari beberapa tipe yang diantaranya :
1. Dip – Slip Fault.
Normal Fault.
Patahan normal adalah patahan yang terjadi pada batuan yang salah satu bagiannya mengalami pergerakan ke bawah terhadap keadaan asalnya.  Gerakan patahan ini adalah disebabkan oleh kekuatan tegang dan mengakibatkan perluasan (ada bidang fault plane). Nama lain adalah normal-slip fault, patahan gaya berat atau patahan tegang.
Dari empat gambar di atas dapat diketahui dan dilihat dengan jelas bidang patahan. Pada 4 gambar diatas merupakan contoh yang terjadi dilapangan. Patahan yang terjadi akan membentuk fault plane. Itulah yang merupakan salah satu ciri yang menandakan bahwa batuan tesebut mengalami normal fault.
Reserve Fault.
Pada reserve fault adalah kebalikan dari normal fault. Yaitu arah patahan bagian batuan adalah naik terhadap keadaan awal batuan. Gerakan patahhan ini disebabkan oleh kekuatan compresional (tekanan) yang mengakibatkan pemendekan atau penyempitan.
Dari dua gambar diatas adalah contoh dari reserve fault. Dari contoh diatas dapat dilihat bahwa salah satu bagaian yang patah naik, dan bagian lainnya tetap. Hal ini mengakibatkan seolah mengalami penyempitan dari keadaan luas sebelumnya.
2. Strike – Slip Fault.
Patahan Strike – Slip ini merupakan patahan yang terjadi pada batuan yang arah patahannya secara horizontal. Bagian yang bergerak menjauhi bagian kanan bidang dinamanakan left-fault. Dan sebaliknya apabila bagian yang bergerak menjauhi bagian kiri bidang dinamakan right-fault. Patahan ini terjadi karena gaya yang mengenai sebuah batuan berasal dari samping atau gaya melintang.
Dari gambar diatas tampak bahwa daerah tersebut mengalami patahan secara strike-slip fault. Sehingga tampak pada gambar rel kereta api mengalami perubahan bentuk dan arah yang pada mulanya rel kereta berada pada jalur yang lurus. Karena daerah tersebut mengalami patahan maka rel kereta tampak seperti pada gambar di atas.
3. Oblique – Slip Fault.
Oblique – Slip Fault merupakan kejadian yang merupakan gabungan dari Dip-Slip fault dan strike-slip fault. Sehingga pergerakan batuan terjadi secara naik atau turun dan juga mengalami pergerakan secara horisontal ke kanan atau ke kiri. Sehingga pergerakan yang timbul secara vertikal dan horizontal. Patahan ini disebabkan oleh gaya tekan dari atas atau dari bawah dan juga gaya samping yang diberikan / dikenakan pada batuan.

Struktur Geologi

Struktur Geologi – PATAHAN/SESAR (FAULTS)

Patahan / sesar adalah struktur rekahan yang telah mengalami pergeseran. Umumnya disertai oleh struktur yang lain seperti lipatan, rekahan dsb. Adapun di lapangan indikasi suatu sesar / patahan dapat dikenal melalui
  • Gawir sesar atau bidang sesar;
  • Breksiasi, gouge, milonit, ;
  • Deretan mata air;
  • Sumber air panas;
  • Penyimpangan / pergeseran kedudukan lapisan;
  • Gejala-gejala struktur minor seperti: cermin sesar, gores garis, lipatan dsb.
Sesar dapat dibagi kedalam beberapa jenis/tipe tergantung pada arah relatif pergeserannya. Selama patahan/sesar dianggap sebagai suatu bidang datar, maka konsep jurus dan kemiringan juga dapat dipakai, dengan demikian jurus dan kemiringan dari suatu bidang sesar dapat diukur dan ditentukan.

Dip Slip Faults

Dip Slip Faults adalah patahan yang bidang patahannya menyudut (inclined) dan pergeseran relatifnya berada disepanjang bidang patahannya atau offset terjadi disepanjang arah kemiringannya. Sebagai catatan bahwa ketika kita melihat pergeseran pada setiap patahan, kita tidak mengetahui sisi yang sebelah mana yang sebenarnya bergerak atau jika kedua sisinya bergerak, semuanya dapat kita tentukan melalui pergerakan relatifnya. Untuk setiap bidang patahan yang yang mempunyai kemiringan, maka dapat kita tentukan bahwa blok yang berada diatas patahan sebagai “hanging wall block” dan blok yang berada dibawah patahan dikenal sebagai “footwall block”.

Normal Faults

Normal Faults adalah patahan yang terjadi karena gaya tegasan tensional horisontal pada batuan yang bersifat retas dimana “hangingwall block” telah mengalami pergeseran relatif ke arah bagian bawah terhadap “footwall block”.

Horsts & Gabens

Horsts & Gabens dalam kaitannya dengan sesar normal yang terjadi sebagai akibat dari tegasan tensional, seringkali dijumpai sesar-sesar normal yang berpasang pasangan dengan bidang patahan yang berlawanan. Dalam kasus yang demikian, maka bagian dari blok-blok yang turun akan membentuk “graben” sedangkan pasangan dari blok-blok yang terangkat sebagai “horst”. Contoh kasus dari pengaruh gaya tegasan tensional yang bekerja pada kerak bumi pada saat ini adalah “East African Rift Valley” suatu wilayah dimana terjadi pemekaran benua yang menghasilkan suatu “Rift”. Contoh lainnya yang saat ini juga terjadi pemekaran kerak bumi adalah wilayah di bagian barat Amerika Serikat, yaitu di Nevada, Utah, dan Idaho.

Half-Grabens

Half-Grabens adalah patahan normal yang bidang patahannya berbentuk lengkungan dengan besar kemiringannya semakin berkurang kearah bagian bawah sehingga dapat menyebabkan blok yang turun mengalami rotasi.

Reverse Faults

Reverse Faults  adalah patahan hasil dari gaya tegasan kompresional horisontal pada batuan yang bersifat retas, dimana “hangingwall block” berpindah relatif kearah atas terhadap “footwall block”.

A Thrust Fault

A Thrust Fault adalah patahan “reverse fault” yang kemiringan bidang patahannya lebih kecil dari 150. . Pergeseran dari sesar “Thrust fault” dapat mencapai hingga ratusan kilometer sehingga memungkinkan batuan yang lebih tua dijumpai menutupi batuan yang lebih muda.

Strike Slip Faults

Strike Slip Faults  adalah patahan yang pergerakan relatifnya berarah horisontal mengikuti arah patahan. Patahan jenis ini berasal dari tegasan geser yang bekerja di dalam kerak bumi. Patahan jenis “strike slip fault” dapat dibagi menjadi 2(dua) tergantung pada sifat pergerakannya. Dengan mengamati pada salah satu sisi bidang patahan dan dengan melihat kearah bidang patahan yang berlawanan, maka jika bidang pada salah satu sisi bergerak kearah kiri kita sebut sebagai patahan “left-lateral strike-slip fault”. Jika bidang patahan pada sisi lainnya bergerak ke arah kanan, maka kita namakan sebagai “right-lateral strike-slip fault”. Contoh patahan jenis “strike slip fault” yang sangat terkenal adalah patahan “San Andreas” di California dengan panjang mencapai lebih dari 600 km.

Transform-Faults

Transform-Faults adalah jenis patahan “strike-slip faults” yang khas terjadi pada batas lempeng, dimana dua lempeng saling berpapasan satu dan lainnya secara horisontal. Jenis patahan transform umumnya terjadi di pematang samudra yang mengalami pergeseran (offset), dimana patahan transform hanya terjadi diantara batas kedua pematang, sedangkan dibagian luar dari kedua batas pematang tidak terjadi pergerakan relatif diantara kedua bloknya karena blok tersebut bergerak dengan arah yang sama. Daerah ini dikenal sebagai zona rekahan (fracture zones). Patahan “San Andreas” di California termasuk jenis patahan “transform fault”.

Jumat, 21 September 2012

Visi dan Misi Desa Kertahayu



Sebagai salah satu desa yang ada di Kabupaten Ciamis, tentunya dalam melaksanakan pembangunan di Desa Kertahayu harus bertitik tolak pada Pola Dasar Pembangunan Kabupaten Ciamis, yang mempunyai tujuan mewujudkan masyarakat Kabupaten Ciamis yang memiliki Iman dan taqwa serta terdepan dalam agrobisnis dan pariwisata di Priangan Timur Tahun 2008, maka sesuai dengan tugas pokok dan fungsi desa, maka akan menetapkan suatu Visi dan Misi sebagai tujuan yang akan dicapai dalam jangka panjang, yaitu :

“DENGAN SEMANGAT KEBERSAMAAN KITA TINGKATKAN PEMBANGUNAN SARANA PENDIDIKAN DAN INFRASTRUKTUR UNTUK MENUJU MASYARAKAT DESA KERTAHAYU KECAMATAN PAMARICAN YANG BERWAWASAN DAN SEJAHTERA DI TAHUN 2015“

Dan untuk mewujudkan Visi tersebut perlu dilakukan suatu upaya dalam pelaksanaannya, yang tentunya sangat tergantung dari adanya respon ataupun dukungan dari masyarakat. Sehingga ditetapkan misi sebagai berikut :
a.       Menyelenggarakan pemerintahan yang baik, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia;
b.       Mengembangkan jaringan kemitraan agribisnis;
c.       Mengembangkan jiwa kewirausahaan aparatur pemerintahan desa dan masyarakat;

Visi dan Misi Pemerintah

Visi dan Misi
Pemerintah 2009-2014

VISI 
Terwujudnya Kertahayu yang Mandiri dalam Ekonomi, Adil dalam Budaya dan Demokratis dalam Politik dengan Didasari Ridlo Allah SWT


MISI
  1. Membangun kualitas sumber daya manusia yang berlandaskan nilai agama, sosial dan budaya sesuai kearifan lokal;
  2. Mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis agrobisnis, agroindustri dan pariwisata disertai pengembangan budaya lokal;
  3. Meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah yang baik dan bersih;
  4. Meningkatkan kuantitas dan kualitas infrastruktur wilayah sesuai dengan daya dukung dan fungsi ruang;

PENJELASAN VISI
•Terwujudnyasuatu kondisi akhir Kabupaten Garut yang Mandiri dalam Ekonomi, Adil dalam Budaya dan Demokratis dalam Politik
•Kertahayu 
satu kesatuan wilayah dan masyarakat dengan segala potensi dan sumber daya dalam sistem Pemerintahan Desa Kertahayu
•Mandiri dalam Ekonomisikap dan kondisi  masyarakat  Desa Kertahayu  yang  mampu memenuhi kebutuhannya untuk lebih maju dengan mengandalkan kemampuan mengelola segala potensi sumber daya yang ada dalam pembangunan perekonomian
•Adil dalam Budaya
sikap dan kondisi masyarakat Desa Kertahayu yang secara proporsional dan seimbang membangun kehidupan sosial dan budaya sesuai kearifan lokal menuju masyarakat madani
•Demokratis dalam Politiksikap dan kondisi masyarakat Desa Kertahayu yang mampu membangun kepercayaan masyarakat (social capital) dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance)
•Didasari Ridlo Allah SWTsikap dan kondisi masyarakat Desa Kertahayu yang senantiasa meyandarkan segala tindakan dan perbuatan semata-mata atas dasar Ridlo Allah SWT


Tujuan Pembangunan :
  1. Meningkatka kualitas sumber daya manusia melalui pelayanan pendidikan, kesehatan dan mengembangkan kehidupan serta kerukunan umat beragama;
  2. Mewujudkan tata pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa;
  3. Meningkatkan pemerataan pembangunan;
  4. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat yang berbasis pembangunan pedesaan;
  5. Mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja;
  6. Meningkatkan kemampuan daya beli masyarakat;
  7. Mewujudkan daya dukung lingkungan dan keseimbangan ekosistem;
 

My Blog List

Site Info

Abc
DESA KERTAHAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template