Sabtu, 12 April 2014

Matilah sebelum mati

BISSMILLAHIRRAHMAN,NIRRAHIM.
Matilah sebelum Mati.
Yg mati itu diri yg mengaku Kita.
Maka akan trasa hampa dan hening.
KOSONG.
Jika para marifat masih faham di atas maka belum lah puncak dari segalanya.
Lalu puncak dari marifat itu sendiri yg bagaimana?

/Lailahaillallah hul malikul haqqul mubin …
Muhammad rasulullah shodiqul wa’dul amin …
Nur tajalli sifatullah … sifat menjadi kalamullah …
Terangi hati hambaMu ya All*h … seperti hati Rasulullah … amin
/Bismilahh

Mari kita mulai saja kajian ini 

Mutu Qobla anta mutu ... matikan dirimu sebelum kamu mati ...

Inilah sebenarnya jalan hakikat ... keluarlah dari keakuan kita, baru benar ... dan jalan mati sebelum mati itu ... hendaklah menuju fana af’al, asma, sifat dan zat ... hanya All*h yang hidup tiada mati ... maka yakinlah kita mengenal Tuha* itu hidup tiada mati ... kita tetap mati ... mengenal yang dikenal hanya ia jua ...

/ Maka setelah cawan yg kosong baik nya kita isi dgn air yg suci dan menyucikan.

/ Perkataan sahabat 4 dihadapan Rasulullah SAW :

Abu Bakar : barang siapa mengatakan manusia itu bukannya All*h ...
maka orang itu menjadi Kaf*r ... 

Umar : barang siapa mengatakan manusia itu bukannya martabat All*h ...
maka orang itu Zind*k ... 

Usman : barang siapa mengatakan manusia itu bukannya rasa All*h ...
maka orang itu syir*k ... 

Ali : barang siapa mengatakan manusia itu bukan dirinya sendiri ... 
maka orang itu Munaf*k ...

Rasulullah SAW : Kalian benar hai sahabatku ... 
/org ma'rifat itu , org yg sudah thu bahwa tdk ada yg lebih hebat dri pda tuhan(allah) , sehelai daun pun tdk akan jatuh tnpa seijin tuhan(allah)

Yg ada hanya allah

/ Saudaraku sekalian yg dicintai Allah.
Kaliang ngaku bodoh trus kapan pintar-Nya.
Jika tk faham sama postingan ku di atas.
Perhatikanlah oleh kalian semua.
Se,ekor ulat yg bertapa dlm kepompongnya.
Maka setelah ulat itu keluar ia akan terlahir sebagai kupu-kupu yg indah mempesona.
Apakah tlah luputkah ayat yg tertancap dari pandangan kalian.
heu.

salam silaturahmi.
/Tuh*n hanya nyata kepada Insan, tidak pada yang lain
/Perjalanan menuju ma'rifah tidaklah mudah,seperti yg dikatakan sohibul status, bila qt meliht pd ulat yg kmudian menjadi kupu2,menurut cra pndangan mata begitu mudahx ulat it brubah, krn mata tidak tau apa yg sedang trjadi pada ult it sblum mnjdi kupu2
/Hakekat All*h hidup tiada mati … Hakekat Muhamm*d Haq diri Allah … Hakekat Ad*m tiada diriku, All*h yg ada
/Maksud ku apakah kalian akan terus menjadi ulat?

Ataukah hanya ingin menjadi kepompong?

heu.
/Seseorang tidak akan sampai pada derajat hakikat ... sebelum dia sanggup menghadapi tuduhan kafir zindiq (caci, maki, fitnah sesat dsb) ... dari seribu orang shiddiqin (orang yg baik dan benar) ...

/cara mudah untuk mencapai drajat ini hrus tahu dlu makna kandungan bapak segala doa di al'quran 

TASHOWWUF (biasa di tulis dg tasawuf) ADALAH INTI AGAMA

Jika kata mereka Tasawuf bukan berasal dari Islam, maka saya katakan bahwa Tasawuf adalah Puncak Rukun Agama (الدين). Bukankah Rasulullah Saw. pernah ditanya Jibril As:


يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنْ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنْ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلًا قَالَ صَدَقْتَ قَالَ فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ الْإِيمَانِ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ قَالَ صَدَقْتَ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ الْإِحْسَانِ قَالَ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ ( رواه مسلم )

Setelah Jibril pergi Rasulullah SAW mengatakan kepada para Sahabat Ra:
فَإِنَّهُ جِبْرِيلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِينَكُمْ

Sangat jelas mantuq dari hadits di atas bahwa rukun Agama yang diajarkan oleh Jibril As. kepada Rasulullah Saw. adalah Iman, Islam dan Ihsan. Jika dari ketiganya ada yang kurang maka agama tidak sempurna dan tidak sah. Dan Tasawuf adalah Ihsan, sebab yang dibahas di dalam Tasawuf adalah Ihsan, yaitu bagaimana kita agar selalu dalam kondisi ibadah yang total, merasa selalu berada dalam pengawasan Allah Swt hingga seolah-olah kita melihat Allah Swt. dengan mata hati kita المشاهدة) (, atau jika tidak sanggup Allah Swt-lah yang melihat kita ( المراقبة ).

Iman telah dibahas di dalam tauhid, Islam menjadi garapan fikih dan begitu pula Ihsan dibahas habis-habisan oleh Tasawuf.

Jika kata mereka Tasawuf adalah ilmu baru dalam Islam yang hanya muncul di abad ketiga hijriyah, dimana pada waktu itu seluruh ilmu dari Yunani dan Persia diserap oleh Islam hingga mereka mengatakan bahwa Tasawuf adalah ilmu asing. Maka saya katakan bahwa Tasawuf adalah ilmu yang sudah ada jauh-jauh hari sebelum ilmu-ilmu lain muncul yang diajarkan langsung oleh Rasulullah Saw. kepada para sahabat Ra. Bahkan substansi Tasawuf telah diajarkan oleh Rasulullah Saw. kepada umat-Nya. Bukankah sabar dan ikhlas adalah mata kuliah pertama yang diajarkan Rasulullah Saw. kepada para sahabat ketika para sahabat merasakan penderitaan yang luar biasa dari orang-orang Quraisy yang menolak keras risalah Rasulullah Saw. Bukankah Rasulullah Saw. yang mengajarkan mahabbah ketika menyatukan kaum Muhajirin dan Anshor hingga mereka lebih mengutamakan orang lain daripada diri sendiri, sampai-sampai kaum Anshor rela memberikan harta-harta dan rumah-rumah bahkan istri kepada kaum Muhajirin. Bukankah Rasulullah Saw. yang mengajarkan bahwasanya cara bersyukur itu adalah dengan menggunakan nikmat Allah Swt. tidak untuk memaksiati-Nya tetapi menggunakannya sesuai pada fungsinya. Jika kita telaah literatur-literatur tasawuf, kita akan melihat substansinya tidak lain dan tidak lari dari taubat, khauf, ar-raja’, jujur, ikhlas, sabar, wara’, zuhud, ridha, tawakkal dan syukur, dll. Bukankah itu semua amalan-amalan Rasulullah Saw., para sahabat beserta keluarganya radhiyallahu anhum.

Tasawuf berasal dari Islam sebagaimana ilmu-ilmu lainnya, seperti Fikih, Nahwu, Sharaf, Tafsir dan Tauhid. Hanyasaja istilah Tasawuf dan pembukuannya baru muncul belakangan. Sebagaimana fikih baru dibukukan dan diistilahkan oleh imam kita yang empat di abad ke 2 H, dan Nahwu baru diistilahkan dan dibukukan oleh Sibawaih di abad ke 3 H, begitu pula Tasawuf baru diistilahkan dan dibukukan oleh ulama-ulama zuhud di abad ke 2 H. Bukankah istilah-istilah fiqh, nahwu, sharaf, tafsir dan tasawuf belum dikenal di zaman Rasulullah Saw. sebagai sebuah disiplin ilmu ?

Jika kata mereka di dalam Tasawuf banyak terdapat bid’ah dan penyisipan (dussah). Maka saya katakan bahwa di dalam ilmu-ilmu lainpun juga banyak terdapat bid’ah dan dussah. Bukankan para ulama fiqh banyak yang menjual fatwa kepada umat?. Bukankah ini ‘ainul bid’ah yang Rasulullah Saw. berserta para sahabat tidak pernah melakukannya? Bukankah ini sangat menyimpang dari ajaran Islam?. Begitu juga dalam wilayah ilmu Tauhid, berapa banyak akidah-akidah menyimpang yang lahir didalam wilayah ilmu Tauhid sebagaimana yang terjadi pada mu’tazilah, murjiah, jabbariyah dan sebagainya. Pun begitu pula tafsir, banyak sekali dussah yang disisipkan berupa cerita-cerita israiliyat bathil yang sangat bertolak belakang dengan akidah islamiyyah. Ini terjadi karena banyaknya para rawi yang beristifadah terhadap ahlul kitab atau terhadap ahlul kitab yang sudah masuk Islam. Mereka menyisipkan kisah-kisah israiliyat dari keyakinan lama mereka, seperti mengatakan bahwasanya beberapa anbiya’ pernah melakukan maksiat, atau seperti Daud As. yang mencintai istri panglimanya dan merencanakan pembunuhan kepada panglimanya, dan seperti menisbahkan Yusuf As. Pada hal-hal yang kotor dan keji, na’udzubillah. Sungguh sangat jauh para anbiya’ dari hal yang demikian. Begitu juga ilmu hadits, banyak sekali dussah hingga terkadang banyak tambahan-tambahan matan yang pada hakikatnya bukan kalam Rasulullah Saw. Untunglah para ulama hadits seperti Bukhari dan Muslim telah mentahzib itu semua. Dan banyak sekali kita temukan hadits-hadits maudhu’ yang bukan kalam Rasulullah Saw. tetapi dinisbahkan kepada Rasulullah Saw. Begitu juga ilmu-ilmu yang lainnya seperti tarikh yang bisa jadi lebih banyak lagi dussahnya.

Maka begitu pulalah yang terjadi dalam ilmu Tasawuf, yang juga tidak selamat dari sisipan dan penyimpangan. Banyak sekali sisipan yang terjadi di dalam turats-turats Tasawuf. Mereka ingin memburuk-burukkan Tasawuf dan ulama-ulamanya agar umat jauh dari inti ajaran Rasulullah Saw. Mereka menisbahkan istilah-istilah tertentu seperti hulul dan ittihad kepada ulama-ulama Tasawuf, bahwasanya Khaliq Swt. adalah inti makhluk seperti yang terjadi pada Hallaj dan Ibnu Arabi. Padahal mereka jauh dari itu semua. Karena fitnah hulul dan Ittihad ini maka jutaan khazanah akhlaq dalam Tasawuf yang tependam dalam turats-turats dan dada para ulamanya dijauhi oleh umat.

Begitu pula orang-orang yang mengaku-ngaku bahwa dia ahli Tasawuf. Kemudian dia banyak melakukan bid’ah dan khurafat sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang zindiq yang tidak shalat dan mengaku telah wushul kepada Allah Swt. hingga tidak lagi ditaklif oleh syariat karena telah mendapatkan hakekatnya. Sungguh ini sangat jauh dari ajaran Tasawuf yang tidak pernah kita temukan sepatah kalimatpun di dalam literatur-literatur turats. Begitu pula Tasawuf di tanah air kita, juga tidak luput dari ulah para mubtadi’ dan pelaku khurafat yang mengaku-ngaku telah memperdalam ilmu kebathinan hingga mampu menangkap ribuan jin dan ia menisbahkan dirinya kepada salah satu jamaah Tasawuf.

Tasawuf di tanah air sangat memprihatinkan. Umat Islam hanya mengenal bahwa bertasawuf adalah bersuluk, dan bersuluk adalah mendekatkan diri kepada Allah Swt. dengan mengasingkan diri dalam beberapa hari tertentu dengan melakukan amalan-amalan zikir tertentu. Jika sudah khatam maka mereka sudah dapat dikatakan telah mejalani kehidupan yang bertasawuf. Padahal suluk adalah bagian dari Tasawuf dan tidak lain adalah tarbiyah diri untuk menuju jalan kepada Allah Swt. Artinya suluk yang mereka pahami sangat sempit dan tidak tepat, sebab suluk lebih luas dari itu. Tasawuf di tanah air juga lebih terkenal dengan madrasah perdukunan dan pengobatan, sebab banyak sekali dukun dan tabib yang menisbahkan ilmunya sebagai hasil dari tasawuf versi mereka. Terlebih-lebih di dunia akademis kampus tanah air lebih menyedihkan. Tasawuf lebih dikenal sebagai bagian dari ilmu filsafat, hanya saja para akademis itu mengistilahkannya dengan Tasawuf Falsafi. Mereka membaca turats-turats Tasawuf namun sangat disayangkan mereka hanya membaca terjemahannya, apakah terjemahan Inggris, Perancis dan sebagainya. Kemudian buku-buku ini diterjemahkan lagi ke dalam bahasa Indonesia. Terjemahan bahasa Indonesia inilah yang telah diterjemahkan bukan dari sumber aslinya, dibaca oleh para akademis kita di tanah air. Maka jangan heran jika para akademis itu mengatakan bahwa Tasawuf mengajarkan kemiskinan kepada umat Islam dan Tasawuf adalah biang kerok keterpurukan umat Islam, sebab mereka membaca terjemahan, bahwa fakir dalam terjemahan mereka adalah miskin dan melarat. Padahal fakir dalam Tasawuf adalah iftiqar yaitu “ihtiyaj” (merasa butuh kepada Allah Swt.) karena kita pada hakekatnya tidak memiliki apapun. Allah SWT berfirman:
“Hai manusia, kamu itu faqir kepada Allah; dan Allahlah yang Maha Kaya (Tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji” (QS Fathir: 15).
Wallahu A’lam.

Ushul Fiqih – Definisi dan Faedahnya (Pengantar)

بسم الله الرمحن الرحيم
Dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiallahu ‘anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya, maka Dia akan memahamkan baginya agama (Islam).”
~HSR al-Bukhari (no. 2948) dan Muslim (no. 1037).~ 
Keberhasilan seorang muslim adalah diberhasilkannya ia oleh Alloh Ta’ala untuk memahami agama.
Ilmu ushul fiqh adalah salah satu ilmu terpenting di dalam mempelajari ilmu agama.
Ushul fiqh didefiniskan dengan 2 pengertian
1. Ditinjau dari definisi kata penyusunnya,yakni kata “ushul” dan kata “fiqh“.
Ushul
الأصول jamak dari أصل (ashlun) yaitu perkara yang dibangun di atasnya perkara yang lainnya (atau dasar untuk membangun berbagai hal – ed).
Sebagai contoh, yang dimaksud dengan “ashl dinding”  adalah pondasinya dimana dinding tersebut dibangun di atas pondasi tersebut. Dan yang dimaksud dengan “ashl pohon” adalah batangnya dimana dari batang tersebut bercabanglah dahan-dahan pohon.
seperti dalam Quran Surat Ibrahim ayat 24, Alloh Ta’ala berfirman :
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Alloh telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit.
Fiqh
Menurut bahasa berasal dari kata الفهم (paham). Salah satunya tertera di Al Quran Surat Thoha ayat 27-28 :
وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي- 27 يَفْقَهُوا قَوْلِي-28
Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku. 
Sedangkan,menurut istilah,yakni
Ma’rifatul ahkamisy syar’iyatil ‘amaliyah bi-adillatihat tafshiliyah
Pengetahuan terhadap hukum-hukum yang syar’i yang berkaitan dengan ‘amailyah disertai dali-dalilnya yang rinci
Detailnya
a. “Pengetahuan” (Ma’rifah)
bermakna Al-’Ilmu,yang bisa diartikan sebagai “keyakinan” dan Azh-Zhon,yakni sesuatu yang di bawah/lebih rendah dibandingkan keyakinan (seperti prasangka)
Adapun untuk Azh-Zhon harus memiliki sumber atau berasal dari ijtihad.
Untuk pengertian di atas, ini menjadi gambaran bahwa perkara fiqh memiliki banyak perselisihan (khilafiyah),karena hampir banyak dari perkara fiqh berasal dari ijtihad. Berbeda dengan perkara ‘aqidah yang ahlus sunnah tidak memiliki perselisihan dalam hal ini karena bersumber dari keyakinan.
b. “Hukum-hukum yang syar’i” (Al-Ahkamusy Syar’iyyah)
maksudnya adalah hukum-hukum yang berasal dari syari’at, seperti wajib dan haram. Hukum fiqh tidak membahas hukum yang bisa diketahui dengan akal semata semisal yang namanya ‘seluruh’ itu lebih banyak daripada ‘sebagian’. Dan juga tidak membahas hukum yang berkaitan dengan kebiasaan semisal jika di pagi hari udara cerah dan ada bekas air, maka pertanda turunnya hujan rintik di malam hari.
c. “‘Amaliyyah atau yang bersifat amalan” (‘Amaliyyah)
adalah sesuatu yang tidak berkaitan dengan I’tiqod (keyakinan), seperti sholat dan zakat. Oleh karena itu, ketika kita ingin mempelajari ilmu Tauhid Asma’ Wa shifat tidak ditemui di buku fiqh. Begitu juga ketika mencari penjelasan tentang sholat tidak ditemui di kitab tauhid.
Meskipun begitu, perkara fiqh tidak bisa dilepaskan dari ‘aqidah,seperti tentang syarat diterimanya sebuah amalan.
d. “Dengan dalil-dalil yang rinci” (Bi-adillatit tafshiliyyah)
maksudnya adalah dalil-dalil terkait persoalan fiqh adalah dalil-dalil yang terperinci, sedangkan terkait ushul fiqh adalah dalil ijmali.
Sebagai contoh dalil tentang kewajiban sholat.
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ
dalil ini adalah dalil yang rinci tentang kewajiban sholat, ini dibahas di ilmu fiqh. sedangkan di dalam ilmu ushul fiqh yang dibahas adalah kaidah mengapa kata أَقِيمُوا  (dirikanlah shalat) menunjukkan sebuah kewajiban.
2. Ditinjau dari kedudukannya sebagai bidang ilmu,
Ilmu yang membahas/mempelajari dalil-dalil fiqh yang ijmali dan bagaimana menyimpulkan hukum dari dalil-dalil tersebut dan keadaan orang yang memanfaatkannya.
Detail
Ijmali” (Al-Ijmaliyyah)
maksudnya adalah kaidah-kaidah secara umum. misalnya “perintah pada asalnya menunjukkan wajibnya hal tersebut” dan “larangan pada asalnya menunjukkan haramnya hal tersebut”.
Bagaimana menyimpulkan hukum dari dalil-dalil tersebut” (Wa kaifiyati al-istifadati minha)
maksudnya adalah bagaimana cara menyimpulkan hukum suatu perbuatan dari dalil-dalil yang ada, seperti dengan mempelajari lafazh-lafazhnya karena terkait ilmu bahasa arab.
Seperti pada potongan ayat وَأَقِيمُوا الصَّلَاة. Apakah kata “الصَّلَاة” di sini bermakna semua sholat diwajibkan?
jika dari segi ilmu bahasa, maka jawabannya adalah tidak. karena kata “الصَّلَاة” tersebut menggunakan alif-lam ma’rifat di awalnya yang menunjukkan sebagian.
“keadaan orang yang memanfaatkannya” (wa haali al mustafiid)
Seorang baru dikatakan mujtahid atau ahli dalam ilmu fiqh kalau dia sudah memahami dan menguasai ilmu ushul fiqh, karena ilmu ushul fiqh ini adalah pokok/dasar dari ilmu fiqh. Karena ketika ia memahami dan menguasai ilmu ushul fiqh,ia dapat mengolah data (dalam hal ini adalah dalil-dalil yang ada) menjadi sebuah hukum.
Faedah ushul fiqh
Ilmu ushul fiqh adalah ilmu yang derajatnya mulia, sangat penting, dan memiliki banyak faedah. Faedahnya adalah, dengan kemampuan menguasai ilmu ushul fiqh, maka seseorang bisa mengeluarkan hukum-hukum syar’i dari dalil-dalil yang ada.
ringkasan catatan pertemuan pertama materi Ushul Fiqh dari Kitab Al-Ushul min ‘Ilmi Ushul karangan Syaikh Muhammad bin Sholih Utsaimin dengan pemateri Ustadz Mu’tashim.


Minggu, 06 April 2014

LAGU JEUNG KAULINAN BARUDAK SUNDA

LAGU JEUNG KAULINAN BARUDAK SUNDA

1. Ucang ucang angge
mulung muncang ka parangge
digogog ku anjing gede
anjing gede nu Pa Lebe
ari gog gog cungungung

2. Trang trang kolentrang
si londok paeh nundutan
mesat gobang kabuyutan
tikusruk kana durukan

3. Tongtolang nangka
kawinan bapa
poe salasa
teu beja-beja
aduh aduh si bapa
teungteuingeun ka ema
bapa mah suka suka
jeuh nu ngora

4. Yu batur urang ulin ka Cibadak
ah embung sieuna badak nu kamari
geus euweuh geus dibedil ku si Jendil
Ndil ndilong si Jending dirawu kelong

5. Perepet jengkol jajahean
kadempet konxxx jejeretean

6. Pa Deong Pa Deong
pangmukakeun lawang angin

7. Cing cangkeling
manuk cingkleung cindeten
plos ka kolong
bapa Satar buleneng

8. Tokecang tokecang
malik pendil tosblong
angeun kacang angeun kacang
sapariuk kosong

9. Aya hiji kurung
pinuh ku japati
japati kaluar
disada uok uokan
Alim karamana
alim ka ibuna
hoyong kaputrana
nu centik bulu socana

10. Colenak beuleum peuyeum digulaan
awas bom batok (2x)
rebu rebu rada nyentok (2x)
leumpangna dicentok centok (2x)
sieun nincak tai kotok

11. Blung blong
tampelet tampa gelom
lalamis bulu maung
cerentel cantel
pakuong doblus

12. Tat tit tut
daun kanyere (kaliki)
saha nu hitut budak awewe (lalaki)
dibawa kasaung butut
balikna ngaburusut

13. Abdi teh ayeuna
gaduh hiji boneka
teu kinten saena
sareng lucuna
Ku abdi dierokan
erokna sae pisan
sumangga tingali
boneka abdi

Kaulinan 1. Ambila-ambilan
Ambil-ambilan turuktuk hayam samantu
saha nu di ambil
kami mah budak pahatu
purah nutu purah ngejo
purah ngasakan baligo
purah tunggu bale gede
nyerieun sukuna kacugak ku kaliage
aya ubarna urat gunting sampurage
tiguling nyocolan dage.

2.Cingciripit
Cingciripit
tulang bajing kacapit
kacapit ku bulu pare
bulu pare seuseukeutna
jol Pa Dalang
mawa wayang jrek-jrek nong…..

3.Lalandakan
Landak landak sonari
kop cau kop tiwu
hakaneun sia janari
bekel miang ka batawi
kop jurig jarian
kop jurig tangkod
kop jurig pacilingan
kop jurig onom……

4.Oray-orayan
Oray orayan
luar leor mapay sawah
tong ka sawah
parena keur sedeng beukah
Oray-orayan
laur leor mapay leuwi
tang ka leuwi
di leuwi loba nu mandi
Oray-orayan
oray naon, orya bungka, bungka naon, bungka laut
laut naon, laut dipa, dipa naon,…dipandeuriiiii…

Kakawihan Barudak

1. Ayang-ayanggung
Ayang-ayanggung
gung goongna rame
menak ki Wastanu
nu jadi wadana
naha maneh kitu
tukang olo-olo
loba anu giruk
ruket jeung kompeni
niat jadi pangkat
katon kagorengan
ngantos kanjeng dalem
lempa lempi lempong
ngadu pipi jeung nu ompong
jalan ka batawi ngemplong

2.Margaluyu
Bang-bang kalima lima gobang, bang
bangkong di tengah sawah, wah
wahai tukang bajigur, gur
guru sakola desa, sa
saban poe ngajar, jar
jarum paranti ngaput, put
putri nu gareulis, lis
lisung kadua halu, lu
luhur kapal udara, ra
ragrag di Jakarta, ta
taun opat hiji, ji
haji rek ka mekah, kah
kahar tujuh rebu, bu
buah meunang ngala, la
lauk meunang nyobek, bek
beker meunang muter, ter
terus ke Citapen, pen
pena gagang kalam, lam
lampu eujeung damar, mar
mari kueh hoho, ho
hotel pamandangan, ngan
ngantos kangjeng dalem, lem
lempa lempi lempong
ngadu pipi jeung nu ompong

3.Ole-ole Ogong
Ole-ole ogong
melak cabe di tarogong
dihakan ku mebe ompong
diteang kari sapotong

au au aheng
beuleum cau tutung geheng
embe embe domba
anak sapi tutunggulan

ema ema weya
si sahi kabuhulan
hayang geura diinuman
embe embe domba
anak sapi tuntunggulan
ema ema weya
si sahi pupundukan
ku baturna ditumbukan

4.Rat-rat Gurisat
Rat rat gurisat
nini engrat paeh tiselap
tiselap kana kuciat
dibura ku laja tuhur
laja tuhur meunang ngunun
meunang ngunun tujuh taun
kadalapan diburakeun
nyeh prot…nyeh prot…nyehhhh prrrooot
 

My Blog List

Site Info

Abc
Loading...
DESA KERTAHAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template