Jumat, 04 November 2011

Berburu babi hutan atau bagong di Kertahayu

Anjing pemburu melesat menuju sasaran. Riuh rendah gonggongannya mengundang sorak-sorai orang yang berada di lokasi. Rupanya pemburu bertaring menemukan babi atau bagong (bahasa sunda )incaran. Ajang berburu tersebut lantas menjadi tradisi unik yang dilestarikan masyarakat kampung Cibeber,Tamansari,Kertahayu Kec. Pamarican.

Mamat , seorang pemburu asal Kamp. Cibeber Kertahayu, beberapa waktu lalu mengatakan, sejak puluhan tahun, anjing tak terpisahkan dari kehidupan warga Cibeber. Peran anjing sebagai Menurutnya, hewan peliharaan ini kerap mengusir babi yang menjadi hama perkebunan dan pertanian. Bahkan di wilayah kaki gunung Geger Bentang ini, berburu babi dengan menggunakan anjing masih sering dilakukan.pemburu babi sangat diakui di daerah ini.

Sementara itu, Juandi, pemburu lainnya, mengatakan, tren berburu dengan anjing sudah bergeser mengikuti jaman. Kalau dulu untuk membasmi hama, kini pemburu/ warga seperti dirinya, memelihara anjing dan berburu babi dilakukan untuk menyalurkan hobi.


Ade, seorang pemburu dari daerah yang sama, mengatakan, semakin kuat dan gesit anjing pemburu, semakin mahal harganya. Jika kemampuan berburunya terasah dengan baik, harganya bisa mencapai jutaan rupiah.Lebih jauh Juandi mengungkapkan, tak heran, jika binatang berkaki empat itu pun mendapat perawatan rutin dan ekstra. Misalnya, diberi makan nasi yang dicampur lauk berprotein, seperti daging dan telur mentah, bahkan Tak jarang, pemilik anjing menyuntik vitamin penambah stamina pada anjing peliharaannya.

Tidak hanya itu, Ade juga menyebutkan, anjing-anjing yang dilatih kemudian diikutsertakan dalam berbagai pertandingan yang digelar Organisasi Pemburu Babi. Termasuk beberapa kali, para pemburu dari Kertahayu ini mengikuti undangan dari pemburu babi dari daerah Nusakambangan.

Meski begitu, Mamat dan rekan pemburu lainnya, mengaku bahwa mulanya tradisi tersebut dilakukan hanya untuk mengusir babi hutan yang merusak ladang para petani di bawah kaki gunung sawal. Saat ini, tradisi tersebut menjadi rutinitas warga yang hobi memelihara anjing dan melakukan perburuan babi.

“Mudah-mudahan babi-babi yang kerap merusak lahan pertaniandan perkebunan warga terusir dan tidak lagi turun ke ladang usaha mereka,” pungkasnya.



0 komentar:

Poskan Komentar

Untuk perbaikan blog dimohon untuk meninggalkan pesan dibawah ini

 

My Blog List

Site Info

Abc
DESA KERTAHAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template