Senin, 07 November 2011

Sholat Khusuk

Sholat adalah ibadah yang diwajibkan Allah bagi umat Islam , minimal dilakukan 5 kali sehari semalam. Sholat yang dilakukan dengan tepat, benar dan khusuk memberikan efek positip bagi jasmani dan rohani seseorang. Sebaliknya sholat yang dilakukan tidak dengan tepat dan benar , tidak akan memberikan efek yang berarti bagi jasmani maupun rohani yang bersangkutan.

Rasulullah mengingatkan dalam salah satu hadist dari Amar bin Yasir ra ia mendengar Rasulullah saw bersabda: ”Sesungguhnya seseorang yang selesai dari sholatnyaia tidak mendapatkan pahala kecuali hanya sepersepuluh, sepersembilan, seperdelapan,sepertujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga dan seperdua shalatnya itu” ((Abu Dawud).

Hadist diatas menggambarkan kondisi sholat kebanyakan orang, mereka mengerjakan sholat tapi tidak mendapat manfaat dari sholatnya itu selain hanya sepersepuluh atau lebih dan kurang dari itu. Hal itu terjadi karena tingkat kekhusukan yang berbeda. Allah menilai sholat seseorang dari kekhusukannya, banyak orang yang mengerjakan sholat namun dilakukan hanya sekedar memenuhi kewajiban dan dilaksanakan tidak dengan khusuk. Allah mengingatkan dalam salah satu hadist Qudsi

. Allah ‘Azza wajalla berfirman (hadits Qudsi): “Tidak semua orang yang shalat itu bershalat. Aku hanya menerima shalatnya orang yang merendahkan diri kepada keagunganKu, menahan syahwatnya dari perbuatan haram laranganKu dan tidak terus-menerus (ngotot) bermaksiat terhadapKu, memberi makan kepada yang lapar dan memberi pakaian orang yang telanjang, mengasihi orang yang terkena musibah dan menampung orang asing. Semua itu dilakukan karena Aku.” “Demi keagungan dan kebesaranKu, sesungguhnya bagiKu cahaya wajahnya lebih bersinar dari matahari dan Aku menjadikan kejahilannya kesabaran (kebijaksanaan) dan menjadikan kegelapan terang, dia berdoa kepada-Ku dan Aku mengabulkannya, dia mohon dan Aku memberikannya dan dia mengikat janji dengan-Ku dan Aku tepati (perkokoh) janjinya. Aku lindungi dia dengan pendekatan kepadanya dan Aku menyuruh para Malaikat menjaganya. BagiKu dia sebagai surga Firdaus yang belum tersentuh buahnya dan tidak berobah keadaannya.” (HR. Ad-Dailami)

Dalam hadist lainya Rasulullah juga mengingatkan :

. Yang pertama-tama diangkat dari umat ini ialah khusyu’ sehingga tidak terlihat seorangpun yang khusyu’. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)

Sholat yang dilakukan dengan Khusuk dan benar akan memberikan efek positip pada jasmani, rohani dan kehidupan sehari hari yang segera bisa dirasakan didalam sholat maupun setelah selesai sholat antara lain:

· Gerakan sholat yang benar akan memperbaiki aliran darah dan memperbaiki metabolisme tubuh.

· Bernapas dalam dan teratur didalam sholat akan meningkatkan kadar oxigen didalam darah

· Gerakan rukuk, sujud dan berdiri yang dilakukan dengan tenang dan perlahan , memberikan suasana relaks pada tubuh

· Doa yang dibaca didalam sholat akan memberikan dampak positip bagi kesehatan dan kebugaran tubuh (Do,a al Fatihah dan duduk iftirash)

· Dalam jangka panjang tubuh menjadi sehat, kuat dan memiliki daya tahan tinggi terhadap serangan berbagai penyakit medis dan non medis.

· Doa yang dibaca dalam sholat memberi efek positip bagi jalan hidup antara lain dimudahkan semua urusannya, dijauhkan dari berbagai kesialan dan kemalangan, dicukupkan semua hajat dan kebutuhannya, dilindungi dari berbagai bahaya , fitnah dan kejahatan mahluknya yang terlihat maupun tidak terlihat.

· Dampak positip pada rohani antara lain memiliki daya tahan tinggi terhadap berbagai musibah, bencana dan kesulitan yang datang menghadang.

· Memiliki sifat optimis dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi berbagai hal

· Bebas dari perasan tertekan dan stres yang berkepanjangan

Semua hal diatas adalah efek yang langsung bisa dirasakan dalam kehidupan sehari hari. Orang yang lalai dan tidak khusuk sholatnya tidak akan merasakan efek seperti tersebut diatas. Orang yang tidak beres sholatnya maka kehidupannyapun tidak akan beres pula. Berapa banyak orang yang sholat namun hidupnya tetap kalut,dihimpit berbagai masalah, mulai dari masalah kesehatan, keluarga, ekonomi dan hidup bermasyarakat. Carut marut dan berbagai kesulitan hidup yang dialaminya itu menggambarkan keadaan sholat yang dilakukannya.

Orang yang tidak beres sholatnya didunia akan mengalami berbagai kesulitan demikian pula diakhirat ia akan menghadapi kondisi yang lebih parah lagi. Rasulullah mengingatkan dalam salah satu hadistnya

Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya. Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses dan apabila shalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi. (HR An Nasaa’i dan Tirmidzi)

Orang yang beres sholatnya akan mendapat keuntungan akhirat antara lain:

· Menerima kitab catatan amal dari arah kanan

· Dihisab dengan hisab yang mudah

· Tubuhnya dipenuhi dengan cahaya yang menerangi sekitarnya dipadang mahsyar

· Memiliki wajah putih berseri dihari berbangkit

· Melewati jembatan ashirat secepat kilat

· Dimasukan kedalam taman syurga dan mendapat penyambutan penghormatan dari para malaikat penjaga syurga.

Orang yang menyia- nyiakan dan tidak beres sholatnya akan mendapatkan kerugian antara lain :

· · Menerima kitab amalan dari arah belakang

· · Dihisab dengan hisab yang sulit

· · Ditempatkan ditempat yang sulit dipadang mahsyar

· · Wajahnya hitam legam muram penuh kegelapan

· · Melewati ashirat dengan susah payah , bahkan terperosok kelembah neraka

· · Dilemparkan kedalam Neraka yang panas membara, diberi makan pohon zaqum (duri) dan diberi minum air yang mendidih dan nanah.

Kriteria sholat khusuk

Bagaimanakah sholat yang khusuk dan benar? Inilah pertanyaan yang umum muncul dibenak setiap orang . Selama ini kita hanya mendapat pelajaran tentang rukun dan syarat syahnya sholat. Kita tidak diajarkan cara bagaimana agar sholat dengan khusuk dan benar. Sebagian besar umat Islam merasakan sholat hanya sebagai suatu kewajiban yang harus dipenuhi. Mereka menyangka sholat itu adalah untuk kepentingan Allah, bukan untuk kepentingan dirinya. Kadang kala mereka melakukan sholat dengan malas dan rasa terpaksa. Mereka sholat sekedar memenuhi kewajiban agama saja.

Sholat yang khusuk adalah sholat yang dilakukan dengan sungguh sunguh penuh kesadaran dalam rangka mengabdi pada Allah. Sholat adalah sarana komunikasi antara seorang hamba dengan Khaliknya. Orang yang khusuk menyadari bahwa sholat bukanlah kebutuhan Allah kepada manusia , tapi merupakan kebutuhan manusia kepada Allah. Orang yang khusuk berdialog dengan Allah didalam sholatnya mengadukan berbagai masalah dan persoalan yang dihadapinya. Sholat adalah sarana untuk beridialog yang disediakan Allah bagi seorang hamba yang membutuhkanNya. Karena itu Allah melarang seseorang mengerjakan sholat dalam keadaan mabuk , hingga ia mengerti apa kalimat yang diucapkannya didalam sholat, sebagaimana disebutkan dalam surat An Nisa ayat 43:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan,….(An Nisa 43)

Unsur dhohir dan bathin dalam sholat

Pelaksanaan sholat melibatkan unsur dhohir (jasmani) dan unsur bathin (rohani) . Unsur dhohir seperti sikap tubuh, gerakan dan bacaan sholat adalah unsur fisik yang bisa diamati dengan panca indra. Unsur bathin seperti fikiran dan hati adalah unsur kegiatan sholat yang tidak bisa diamati dengan panca indra. Bagian dhohir dari orang yang sholat dapat diamati dengan panca indra sebagaimana disebutkan dalam hadist berikut ini:

Dari Ummi Ruman ra, ibunda Aisyah ra berkata:”Abu Bakar as sidiq melihat aku ketika aku sholat, kadang kadang aku berdiri condong kekiri, kadang kadang kekanan( melihat hal itu) Maka Abu bakar as Sidiq ra menghardikku dengan keras sehingga hampir saja aku membatalkan sholatku. Lalu beliau berkata “ Aku dengar Rasulullah bersabda”Jika seseorang berdiri dalam sholat maka ia harus mendiamkan (menjaga anggota badannya jangan sampai bergerak gerak seperti bergeraknya orang yahudi. Karena berdiam tanpa bergerak gerak dalam sholat termasuk kesempurnaan sholat”. (Hakim, Turmidzi)

Bagian dhohir seperti gerakan berdiri, rukuk, sujud dan duduk telah diatur dalam rukun sholat. Gerakan yang dilakukan diluar gerakan yang telah ditetapkan dalam rukun sholat dapat membatalkan sholat. Bacaan yang dijaharkan juga termasuk bagian dhohir yang dapat diamati.

Gambaran (bayangan) fikiran dan bisikan atau perasaan hati merupakan unsur bathin yang tidak bisa diamati oleh panca indra. Unsur bathin ini merupakan bagian utama dari sholat khusuk. Keberhasilan sholat seseorang ditentukan oleh unsur bathin ini. Unsur bathin inilah yang mendapat tegoran Allah dalam surat An Nisa ayat 43 diatas.

Orang yang khusuk dalam sholatnya , fikiran dan hatinya fokus pada bacaan yang diucapkan dalam sholat. Sedang orang yang tidak khusuk gambaran fikiran , perasaan hati dan ucapannya berjalan sendiri sendiri (tidak fokus dan sinkron). Pada orang yang khusuk ketika mulutnya membaca A, maka fikirannya membayangkan A dan hatinya merasakan A pula. Pada orang yang tidak khusuk ketika mulutnya membaca A, fikirannya membayangkan B dan hatinya merasakan C.

Kebanyakan orang tidak bisa khusuk dalam sholatnya, dimana ketika mulutnya membaca A, fikirannya membayangkan B dan hatinya merasakan C. Anehnya ketika berbicara dengan seseorang melalui handphone ia baru bisa khusuk, ketika mulutnya mengatakan A, maka fikirannya membayangkan A dan hatinya juga merasakan A pula.

Untuk mendapatkan sholat khusuk sebagaimana yang dikehendaki Rasulullah kita harus mampu mengendalikan unsur dhohir dan bathin dari sholat yang kita lakukan. Gerakan dan bacaan sholat dilakukan dengan tenang ,tu’maninah tidak tergesa gesa mengikuti rukun sholat yang telah diajarkan Rasulullah. Fikiran dan hati difokuskan pada kalimat yang dibaca dalam sholat, tentu saja kita harus mengerti setiap kalimat dan bacaan yang kita baca didalam sholat. Jika tidak mengerti tentu sulit sekali untuk memfokuskan fikiran dan hati pada kalimat yang dibaca tersebut.

Agar fikiran dan hati bisa fokus pada kalimat yang diucapkan atau didengar dibutuhkan latihan yang sungguh sungguh diluar sholat. Tadabbur Qur’an dan dzikir pernapasan asmaulhusna adalah salah satu cara untuk melatih agar fikiran dan hati fokus pada apa yang diucapkan atau didengar. Kalau kita perhatikan kondisi tidak fokus ini ternyata hanya terjadi ketika sedang sholat . Anehnya ketika sedang berbicara melalui telepone atau HP walaupun lawan bicara tidak terlihat, ternyata setiap orang bisa fokus pada apa yang diucapkan. Kita harus membuat suasana fokus pada saat berbicara melalaui HP ini bisa dipindahkan kedalam sholat. Langkah pertama untuk itu kita harus mengerti setiap kalimat yang kita ucapkan dalam sholat. Usahakan ayat yang dibaca dalam sholat menyangkut hajat dan kebutuhan kita. Jika kita mengerti do’a ketika duduk iftirosh sebenarnya sudah menyangkut kebutuhan utama manusia, hanya karena kita tidak mengerti kita tidak fokus pada do’a yang dibaca tersebut

Sumber Tadabbur oleh fadhilza

0 komentar:

Poskan Komentar

Untuk perbaikan blog dimohon untuk meninggalkan pesan dibawah ini

 

My Blog List

Site Info

Abc
DESA KERTAHAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template