Kamis, 20 Oktober 2011




Kunjungi dan kagumi dari dekat prasasti berupa lempengan batu berbentuk segi empat yang tidak beraturan dalam posisi berdiri ini. Dengan ukuran panjang 60 cm, lebar atas 12 cm, lebar bawah 38 cm, dan tebal 15,5 cm, prasasti ini terdiri dari 11 baris dengan panjang rata-rata 12-25,5 cm dan lebar rata-rata antara 3-5,5 cm dan kedalaman pahatan huruf dari 0,2-0,3 cm. Bentuk aksara merupakan peralihan dari Pallawa ke Pascapallaw, sehingga diduga berasal dari abad 8 – 10 Masehi dengan standar aksara Jawa Kuno dan bahasa Sunda Kuno.
Anda juga dapat mempelajari prasasti Huludayeuh yang isinya terkait dengan usaha memperingati jasa-jasa Sri Baduga Maharaja. Menurut Dr. Hasan Djafar, mungkin sekali prasasti ini tidak dikeluarkan oleh Sri Baduga Maharaja sendiri, melainkan oleh raja penggantinya, yaitu raja Surawisesa yang memerintah pada tahun 1521 - 1535 M. Tetapi bila dilihat berdasarkan segi paleografinya mungkin berasal dari sekitar abad ke-10 hingga abad ke-13. Uraian tersebut menyiratkan bahwa prasasti Huludayeuh merupakan salah satu data arkeologis terpenting sebagai mata rantai untuk mengisi kekosongan kekuasaan dalam rekonstruksi sejarah kuna Jawa Barat. Suatu fakta sejarah yang mungkin dapat menarik Anda untuk menelitinya lebih lanjut.

Lokasi: Dusun Huludayeuh, Desa Cikalahang, Kecamatan Sumber
Koordinat : 06º 47' 046" S, 108º24' 205" E
Telepon:
Email:
Internet:
Arah: Sekitar 15 km sebelah barat daya Kota Cirebon
Fasilitas:
Jam Buka:
Tutup:
Tiket:
Informasi Lebih Lanjut:


Lokasi

Prasasti Huludayeuh ada di tengah persawahan di kampung Huludayeuh, Desa Cikalahang, Kecamatan Sumber – Cirebon.

[sunting]Penemuan

Prasasti Huludayeuh telah lama diketahui oleh penduduk setempat namun di kalangan para ahli sejarah dan arkeologi baru diketahui pada bulan September 1991. Prasasti ini diumumkan dalam media cetak Harian Pikiran Rakyat pada 11 September 1991 dan Harian Kompas pada 12 September 1991.

[sunting]Jenis Bahan

Prasasti Huludayeuh dipahatkan pada batu alam. Batu prasasti yang ada sekarang berukuran tinggi 75 cm x lebar 36 cm x tebal 20 cm.

[sunting]Isi

Prasasti Huludayeuh berisi 11 baris tulisan beraksa dan berbahasa Sunda Kuno, tetapi sayang batu prasasti ketika ditemukan sudah tidak utuh lagi karena beberapa batunya pecah sehingga aksaranya turut hilang. Begitupun permukaan batu juga telah sangat rusak dan tulisannya banyak yang turut aus sehingga sebagian besar isinya tidak dapat diketahui. Untuk Hasil sementara transkripsi yang dilakukan adalah sebagai berikut:

…………..tra….na….
………..sri mahharaja ratu
haji di pkwan sya sang ratu
dewata pun/ masa sya……..
……..ngretakeun bumi ngaha……
….....lipukkeun/ bumi ngaha……
..ngarah sang di susuk/ lampu…
…….i ngareubhkeun/ ikang….ka…
susi padakah. Ngalasan…
na udugbasu. mipataka…….
is/nikang kala pun….

Fragmen prasasti tersebut secara garis besar mengemukakan tentang Sri Maharaja Ratu Haji di Pakwan Sya Sang Ratu Dewata yang bertalian dengan usaha-usaha memakmurkan negrinya.

Sumber Wiki

0 komentar:

Poskan Komentar

Untuk perbaikan blog dimohon untuk meninggalkan pesan dibawah ini

 

My Blog List

Site Info

Abc
DESA KERTAHAYU Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template